Bahasa dan Budaya Jawa di Gereja Katolik: Pemertahanan dan Identitas
DOI:
https://doi.org/10.26499/li.v44i1.951Keywords:
pemertahanan bahasa, enregisterment, identitas, ranah, misa berbahasa JawaAbstract
Penelitian ini mengkaji peran gereja, Romo (imam Katolik) dan umat Katolik dalam pemertahanan bahasa dan budaya Jawa dalam ranah kegerejaan, dengan menempatkan misa berbahasa Jawa sebagai ranah penggunaan bahasa (Fishman, 1965) dan wadah pembentukan register atau ‘enregisterment’ kombinasi semiotik yang mengindeks identitas Katolik Jawa (Agha, 2003). Tujuan utama riset ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana misa berbahasa Jawa dipertahankan dan mengapa hal ini terus dilakukan di tengah penurunan penggunaan bahasa Jawa, khususnya untuk generasi muda. Data penelitian diperoleh dari wawancara dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bersama beberapa Romo serta umat di beberapa paroki urban di Yogyakarta. Temuan menunjukkan bahwa keberlangsungan misa berbahasa Jawa merupakan hasil investasi berbagai pihak – baik dari segi administratif, pelatihan, maupun penyediaan teks. Hal ini didasari kebijakan kelembagaan gereja yang didukung oleh komitmen filosofis untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa dari berbagai pemangku kepentingan di lingkungan gereja. Kedua hal ini menegaskan pentingnya peran penutur bahasa dalam memelihara praktik kebahasaan yang mendukung pembentukan identitas kultural mereka.
References
Agha, A. (2003). The social life of cultural value. Language & Communication, 23(3–4), 231–273. https://doi.org/10.1016/S0271-5309(03)00012-0
Agha, A. (2005). Voice, footing, enregisterment. Journal of Linguistic Anthropology, 15(1), 38–59. https://doi.org/10.1525/jlin.2005.15.1.38
Agha, A. (2007). Language and social relations. Cambridge: Cambridge University Press.
Arwendi, A. D., Kharisma, R. A., & Prasetya, R. (2025). Javanese cultural inculturation in the depiction of Mother Mary. Theo‑Icon: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Katolik, 6(2), 289–309.
Dewi, U. P., & Goebel, Z. (2023). Discursive valuing practices at the periphery: Javanese use on Indonesian youth radio in multilingual Solo. International Journal of the Sociology of Language, 2023(283), 113–137. https://doi.org/10.1515/ijsl-2022-0039
Ding, S. L., & Goh, K. L. (2020). The impact of religion on language maintenance and shift. Language in Society, 49(1), 31–59. https://doi.org/10.1017/S0047404519000642
Fishman, J. A. (1965). Who speaks what language to whom and when? La Linguistique, 1(2), 67–88.
Fitriati, A., Nirwinastu, D. G., & Tantio, H. A. (2025). Exploring teenager’s language attitudes towards Javanese language. Journal of Language and Literature, 25(1), 1–12.
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). (2004). Pedoman dasar inkulturasi liturgi. Jakarta: Konferensi Waligereja Indonesia.
Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen. (1994). De Liturgia Romana et Inculturatione: Liturgi Romawi dan Inkulturasi (Seri Dokumen Gerejawi No. 40). Jakarta: Komisi Liturgi KWI.
Konsili Vatikan II. (2013). Konstitusi Sacrosanctum Concilium (SC) tentang Liturgi Suci. Dalam R. Hardawiryana (Penerj.), Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Penerbit Obor
Manalu, R. (2022). Inculturation of Catholic religion in Javanese culture: A study of pilgrimage tourism experience in the Ganjuran Church, Bantul, Special Region of Yogyakarta. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, 4(1). https://doi.org/10.22146/gamajts.v4i1.82945.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi, Cet. 36). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Pepinsky, T. B., Abtahian, M. R., & Cohn, A. (2024). Urbanization, ethnic diversity, and language shift in Indonesia. Journal of Multilingual and Multicultural Development. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/01434632.2022.2055761.
Sari, B. T. (2018). Parental culture maintenance and bilingual identity among Javanese adolescents. Journal of Multilingual and Multicultural Development, 39(3), 229–244. https://doi.org/10.1080/01434632.2017.1323990
Sari, B. T. (2019). Affective well‑being in bilingual adolescents from three language backgrounds in Indonesia. International Journal of Intercultural Relations, 72, 85–96. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2019.06.004.
Spolsky, B. (2003). Religion as a site of language contact. Annual Review of Applied Linguistics, 23, 81–94. https://doi.org/10.1017/S0267190503000205
Tabrani, A. T., & Prasetyoningssih, L. S. A. (2017). Pengembangan pemertahanan bahasa Jawa melalui budaya lokal guyub tutur dalam kajian antropolinguistik. Litera, 16(1), 96–104. https://doi.org/10.21831/ltr.v16i1.14253
Tamtomo, K. (2019). The creation of monolanguaging space in a krámá Javanese language performance. Language in Society, 48(1), 95–124. https://doi.org/10.1017/S0047404518001124
Udasmoro, Sulistyowati, Firmonasari, A., & Astuti, W.T. (2023). Access to and usage of Javanese in mass media among youths aged 10–17 in the Special Region of Yogyakarta. Journal of Language and Literature, 23(2), 268–277. https://doi.org/10.24071/joll.v23i2.5508
Wagiati, W., & Zein, D. (2018). Pemertahanan bahasa Sunda dalam upacara pernikahan tradisional di Kabupaten Bandung. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 186–201. https://doi.org/10.24832/jpnk.v3i2.1031
Widyawati, F., Lon, Y. S., & Midun, H. (2025). Mission and inculturation: Preserving local language and culture in the Indonesian Church. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 81(1), e10516. https://doi.org/10.4102/hts.v81i1.10516.
Yulianto, B., Indrawati, N., & Sukaesih, S. (2023). Stimulating critical awareness of Javanese language in elementary schools. Cogent Education, 10(1).
Zen, E. L. (2021). Javanese language as an ethnic identity marker among multilingual families in Indonesia. Linguistik Indonesia, 39(2), 139–151.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Linguistik Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The name and email address in this journal will only be used for the benefit of the Indonesian Linguistics journal and will not be used for other purposes.




